Jasa Travel Gelap, Antar Pemudik ke Kampung Halaman dengan Biaya Fantastis

Riyandy Aristyo
Mobil travel membawa pemudik terjaring penyekatan di jalan arteri yakni di depan Pasar Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2020). (Foto: iNews/Tata Rahmanta)

"Biasanya saya lewat jalan tikus (kecil), tapi kalau memang harus lewat jalan besar, ada pengecekan dari jauh saya berhenti dulu sampai selesai. Atau kadang penumpang saya turunkan dan berjalan sedikit melewati posko pengecekkan," ujar MD.

Selama melakukan aksinya, MD mengaku baru sekali terkena razia PSBB di Tegal dan harus putar balik ke Jakarta. "Dari tujuh kali antar penumpang, baru sekali kena razia di Tegal dan saya terpaksa putar balik ke Jakarta. Uang penumpang saya kembalikan 50 persen," ujarnya.

Sejak awal Ramadan mengantarkan pemudik gelap, MD sudah mendapatkan keuntungan Rp30 jutaan. "Kalau di total dari antar tujuh kali itu, sekitar Rp30 jutaan sudah sama tol, bensin dan makan," kata MD.

Meski begitu, MD juga kadang-kadang merasa aksinya ini lama-kelamaan akan ketahuan dan berjanji akan segera mungkin berhenti.

"Takut sih, seperti kucing-kucingan sama petugas, tapi ya mau bagaimana. Orderan sepi, mau makan apa. Kalau sudah 10 antar pemudik gelap, saya mau berhenti," katanya.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
Nasional
24 hari lalu

Pelindo Catat 3 Pelabuhan Terpadat selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Apa Saja?

Nasional
1 bulan lalu

Hati-Hati, Hujan Warnai ‎Arus Balik di Tol Cipali Malam Ini

Nasional
1 bulan lalu

Puncak Arus Balik Kedua, 11.776 Kendaraan Tinggalkan Tasikmalaya via Lingkar Gentong

Nasional
1 bulan lalu

Arus Mudik-Balik Lebaran Terkendali, Menteri PU: Berkat Infrastruktur hingga WFA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal