2. Mobil menjadi tidak stabil
Jika tekanan angin ban berlebih secara otomatis handling mobil akan berkurang karena tekstur ban akan menjadi keras dan juga kaku. Kalau sudah begini, maka ban akan kurang sempurna mencengkram jalan.
Efeknya tentu berbahaya karena bisa membuat mobil selip. Selain itu saat tekanan angin ban besar akan menyebabkan bagian tengah ban cenderung lebih menonjol, yang akan mengurangi sentuhan tapak ban hingga mengakibatkan mobil sulit stabil.
3. Ban bagian tengah lebih cepat habis
Selain dua risiko di atas, tekanan angin ban yang berlebih juga akan menyebabkan bagian tengah ban mengalami keausan lebih dulu. Kondisi seperti itu sangatlah berbahaya karena daya cengkram ban akan berkurang.
Apalagi jika sering menempuh jalur yang licin. Bisa-bisa mobil tergelincir karena ban sudah kehilangan gripnya. Ban yang aus atau gundul bukan tidak mungkin dapat bakal berakhir fatal.
4. Rawan meletus
Semakin lama mobil berada di aspal maka suhu ban otomatis juga semakin tinggi. Sehingga dalam kondisi suhu ban yang tinggi, akan membuat tekanan angin ban semakin tinggi pula yang bisa saja membuat ban meledak.
Apalagi kalau ban sudah berumur dan tipis, hal tersebut memperbesar kemungkinan ban untuk meledak ketika melaju. Sangat berbahaya jika tidak melakukan pengecekan tekanan angin ban mobil.