Langkah berikutnya adalah segera mengangkat kaki dari pedal gas dan kurangi kecepatan secara perlahan. Jangan mengerem mendadak karena akan membahayakan pengemudi di belakang.
Amati situasi, kalau tidak ada masalah yang berbahaya, maka pengendara boleh meneruskan perjalanan. Namun sebaiknya berhenti sejenak untuk mengecek kondisi mobil dan jalan yang akan dilewati.
Nyalakan lampu hazard, tunggu sampai situasi tenang dan terkendali. Pastikan seluruh penumpang dalam kondisi baik. Perhatikan kondisi kendaraan, untuk memastikan tidak ada kerusakan terjadi.
Utamakan safety driving dan kendalikan emosi agar tidak menimbulkan masalah baru seperti kecelakaan. Segera tinggalkan mobil dan cari lokasi tinggi yang cukup aman bagi yang berada di daerah pesisir pantai ketika ada peringatan tsunami.
“Bencana alam seperti gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Utamakan keselamatan diri. Perlu diketahui juga cara praktis untuk menyelamatkan diri dan kendaraan supaya terhindar dari masalah seperti kecelakaan atau tertimpa obyek yang roboh,” kata Aftersales Business Division Head Auto2000, Nur Irmansyah Tara dalam keterangan persnya.
Cara terbaik ketika terjadi gempa bumi dengan gucangan cukup besar adalah menepikan mobil di lokasi terbuka tanpa gedung atau bangunan tinggi. Ini diperlukan agar pengendara dapat melakukan tindakan selanjutnya jika terjadi gempa susulan.