Industri Komponen Menangis Terdampak Penurunan Penjualan Mobil, Gelombang PHK Terjadi

Muhamad Fadli Ramadan
Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIIAM) mengungkapkan penurunan penjualan mobil berdampak pada gelombang PHK. (Foto: Ilustrasi/AI)

JAKARTA, iNews.id - Pasar mobil di Indonesia mengalami pelemahan. Ini berdampak pada industri komponen yang memasok material ke produsen mobil. Kondisi tersebut memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIIAM), Rachmat Basuki mengungkapkan kondisi pasar mobil di Indonesia sangat berpengaruh. Menurutnya, PHK saat ini merupakan akumulasi dari situasi pasar otomotif yang lesu dalam beberapa tahun terakhir.

"Karena supply-nya terus menurun otomatis untuk bertahan kita juga harus mengurangi karyawan, terutama industry komponen yang tidak punya kemampuan ekspor," ujar Rachmat.

Dia menjelaskan kondisi pasar Indonesia mengalami penurunan sekitar 28 persen per 22 Juli 2025. Sementara perusahaan komponen mencatat belum ada order dari perusahaan mobil listrik di Indonesia.

"Itu membuat total pasar tergerus lebih dari 38 persen. Dengan sangat terpaksa beberapa industri komponen atau part yang tidak bisa ekspor mengurangi karyawannya. Sudah terjadi (PHK) sejak 2024," ucapnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
3 jam lalu

Boyong Seluruh Line Up, Hyundai Targetkan Penjualan 2.000 Unit di IIMS 2026 

Mobil
11 hari lalu

Pemerintah Catat Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Meroket 10 Kali Lipat

Mobil
14 hari lalu

Raup 258.900 Unit, Toyota Indonesia Cetak Penjualan Terbanyak di Asia Tenggara

Nasional
20 hari lalu

88.519 Pekerja Kena PHK Sepanjang 2025, Kemnaker Ungkap Biang Keroknya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal