Rencananya, Hyundai akan memaksimalkan jarak tempuh pada mobil listrik terbarunya ini dengan jangkauan maksimal 355 kilometer dalam sekali pengisian daya. Untuk mengisi ulang baterai, Hyundai menempatkan soket pengisian pada bagian depan, mirip dengan Kona Electric.
Hyundai kabarnya bakal menjual Inster EV seaharga di bawah 21.500 dolar AS atau sekitar Rp350 jutaan. Ini menjadikannya sebagai mobil listrik termurah pabrikan asal Korea Selatan itu. Mengingat, Casper juga dijual dengan harga yang terjangkau, 15.000 dolar AS (Rp244,5 juta).
Kemunculan Inster sendiri merupakan strategi dari Hyundai memanfaatkan momentum penjualan mobil listrik yang sedang tumbuh di Amerika Serikat. Hyundai Motor, termasuk Kia, menguasai pasar mobil listrik di Amerika Serikat sebesar 11,2 persen pada Mei lalu.
Berdasarkan data dari Korean Automobile & Mobility Association, Hyundai Motor telah menjual sebanyak 48.383 unit mobil listrik di Amerika Serikat sepanjang 2024. Hyundai berhasil merebut pasar Tesla yang sebelumnya menguasai pasar sebesar 53 persen, kini hanya 40,5 persen pada periode yang sama.
Momentum ini berkat teknologi platform E-GMP yang digunakan pada mobil listrik Hyundai, termasuk Kia. Ioniq 5 dan Ioniq 6 menawarkan jangkauan lebih dari 400 km, pengisian cepat di bawah 20 menit, dan desainnya yang futuristis.
Pertanyaannya apakah Hyudai akan memboyong Inster EV ke Indonesia. Mengingat pasar Indonesia saat ini digempur banyak mobil listrik China dengan harga kompetitif. Jika dibawa mobil ini akan berada di bawah Kona EV.