Pertama adalah kondisi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik antarnegara yang mempengaruhi kestabilan ekonomi global. Kedua adalah perang dagang antara Amerika Serikat dan China.
Meski Indonesia tidak mengimpor kendaraan dari Amerika Serikat, hubungan antara dua negara besar ini ikut menimbulkan efek domino terhadap pasar otomotif nasional.
“Kita sih untuk Amerika memang produk kendaraannya kita tidak impor, tapi pengaruhnya berada di ekspansi mobil-mobil China,” ucap Jongkie.
China disebut semakin agresif memperluas pasar otomotif ke banyak negara, termasuk Indonesia. Hal ini otomatis menekan kompetisi di dalam negeri serta mempengaruhi stabilitas pasar.
Ekspor Jadi Penopang Kinerja
Di tengah turunnya penjualan domestik, sektor ekspor justru menunjukkan capaian menggembirakan. Jongkie menyebut total ekspor kendaraan Indonesia sepanjang 2025 diproyeksikan mampu menembus 500.000 unit, menandai capaian positif bagi industri otomotif nasional.