"Meski memimpin penjualan mobil di kawasan, rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia masih tergolong rendah. Data International Organization of Motor Vehicle Manufacturers (OICA) tahun 2025 menunjukkan rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia hanya 99 unit per 1.000 penduduk," ujar Agus.
Angka tersebut tertinggal jauh dibandingkan Malaysia yang memiliki rasio 490 unit per 1.000 penduduk. Thailand juga lebih tinggi dengan 275 unit per 1.000 penduduk.
Bahkan Brunei Darussalam mencatat rasio tertinggi di ASEAN dengan 805 unit per 1.000 penduduk. Singapura berada di angka 211 unit, Filipina 49 unit, Vietnam 34 unit, dan Myanmar hanya 20 unit per 1.000 penduduk.
Perbandingan ini menunjukkan kontras besar antara volume penjualan dan tingkat kepemilikan kendaraan di Indonesia. Dengan populasi besar, ruang pertumbuhan pasar domestik masih terbuka sangat lebar.
Agus menyebut total populasi ASEAN mencapai sekitar 660 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang sekitar 278 juta penduduk atau hampir separuh populasi kawasan.