Diklaim Mobil Paling Aman, Peneliti Berhasil Retas Tesla Pakai Alat Sederhana

Tangguh Yudha
Tiga peneliti dari Technische Universität Berlin (TU Berlin), Jerman, berhasil meretas mobil listrik Tesla. (Foto: Tesla)

Peretasan ini juga dapat mengaktifkan fitur premium secara gratis. Sebelumnya peneliti yang sama di Blackhat mendemonstrasikan peretasan prosesor AMD infotainment untuk mengaktifkan pemanas kursi gratis.

Melalui penelitiannya, para peneliti ingin menjelaskan arsitektur keselamatan Tesla dan kesenjangan dalam sistem Autopilot, sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang seberapa aman sebenarnya mobil tersebut.

Mereka berasumsi semua kendaraan Tesla rentan terhadap serangan seperti itu karena kemungkinan besar semuanya menggunakan papan sirkuit yang sama, meskipun pemiliknya tidak membeli sistem bantuan mengemudi. Para peneliti sendiri terkejut karena Tesla mudah dibobol.

“Apa yang kami tunjukkan hari ini adalah dengan serangan injeksi kesalahan tegangan, kekayaan intelektual Tesla dapat terancam," kata ketiga peneliti itu.

Namun perlu diketahui, peretasan memerlukan akses fisik ke papan sirkuit, melepas dan memasangnya kembali tanpa kerusakan, dan keterampilan menyolder. Sebab itu, serangan seperti ini tidak mudah dilakukan di luar laboratorium.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok

57 tahun lalu

Diduga Gunakan Fitur Autopilot, Mobil Listrik Tesla Tabrak Rumah Tewaskan Lansia

57 tahun lalu

Tesla Klaim Mobil Full Self-Driving 10 Kali Lebih Aman dari Manusia, Senator AS Minta Bukti

57 tahun lalu

Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal