"Tentu pemerintah sebagai kunci untuk bisa membantu rebound-nya industri otomotif. Tetapi juga stakeholders lainnya, saya berharap bisa muncul sense of urgency dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru. Misalnya, ini bukan arahan, misalnya, sacrifice margin atau turunkan harga jual. Ini misalnya, ya. Silakan pelajari masing-masing perusahaan," ujar Agus Gumiwang kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Kini, sejumlah merek China mulai gencar menurunkan harga mobil, antara lain MG Motors, BAIC, Chery, Wuling, dan lainnya. Penurunan harga juga dilakukan hingga puluhan juta rupiah dengan fitur yang serupa.
Terbaru, ada Chery yang menurunkan harga C5 dan E5, yang sebelumnya dijual dengan nama Omoda 5 dan Omoda E5. Mereka menurunkan harga mulai Rp50 juta hingga Rp100 juta dengan penyegaran fitur. Jaecoo sebagai salah satu brand yang berada di bawah naungan Chery mengatakan produsen tak bisa mengontrol soal harga jual kendaraan.
Namun, kondisi pasar saat ini memang mengharuskan sejumlah merek mengambil langkah tersebut. "Kita nggak bisa kontrol soal itu (penurunan nilai jual kendaraan), karena itu terjadi secara global," ujar Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto di BSD, Tangerang, Senin (30/6/2025).
Kondisi tersebut juga membuat konsumen memilih menunggu atau menunda pembelian sampai ada model baru keluar. Ryan menyampaikan produsen juga tidak bisa mengendalikan hal tersebut dan hanya bisa menawarkan produk mereka.