Jerami padi merupakan limbah pertanian yang selama ini sering dianggap tidak bernilai dan kerap dibakar setelah masa panen, padahal kandungan organiknya bisa diubah menjadi energi.
Melalui proses biokimia dan teknologi ekstraksi yang dikembangkan sendiri oleh tim Bobibos, jerami diolah menjadi bahan bakar cair berkualitas tinggi. Proses ini membuat limbah pertanian dapat dimanfaatkan kembali menjadi energi terbarukan tanpa perlu membuka lahan baru.
Pemilihan jerami sebagai bahan dasar memiliki banyak keuntungan. Pertama, jerami merupakan hasil sampingan dari panen padi, sehingga ketersediaannya sangat melimpah di seluruh wilayah Indonesia. Kedua, pemanfaatannya dapat mengurangi pembakaran limbah pertanian yang selama ini menimbulkan polusi udara. Ketiga, bahan bakar nabati seperti Bobibos menghasilkan emisi gas buang yang jauh lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil. Selain itu, dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal, Bobibos berperan penting dalam mendukung kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah pertanian.
Proses pembuatan Bobibos dimulai dari pengumpulan jerami di area pertanian, kemudian dikeringkan dan dimasukkan ke mesin ekstraksi biokimia. Mesin ini berfungsi memecah struktur organik jerami dan mengubahnya menjadi cairan bahan bakar melalui proses fermentasi serta pemurnian. Hasil akhirnya berupa bahan bakar cair yang memiliki karakteristik mirip bensin beroktan tinggi.
Berdasarkan hasil uji internal, Bobibos diklaim mampu memberikan performa mesin yang baik dengan pembakaran lebih bersih dan efisien. Keunggulan ini menjadi salah satu alasan mengapa Bobibos mulai diperhitungkan sebagai alternatif nyata pengganti BBM fosil.