“Namun di tengah berbagai tantangan tersebut, mobilitas tetap menjadi kebutuhan yang tidak tergantikan. Masyarakat tetap harus bepergian. Bisnis tetap harus berjalan dan berkembang. Mobilitas merupakan salah satu pendorong utama produktivitas ekonomi, konektivitas sosial, dan aktivitas sehari-hari. BYD M6 DM menjadi solusi mobilitas,” kata Eagle Zhao.
Secara teknis, BYD M6 DM mengandalkan mesin bensin 1.500 cc yang dipadukan dengan motor listrik EHS 5.0. Sistem tersebut menggunakan teknologi Dual Mode (DM) dengan konsep electric-first, di mana motor listrik menjadi sumber penggerak utama kendaraan, sementara mesin bensin berfungsi sebagai pendukung dan penghasil energi saat dibutuhkan.
BYD mengklaim kombinasi tersebut mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar hingga 65 km per liter. Selain itu, mobil ini juga memiliki jarak tempuh gabungan lebih dari 1.800 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh.
BYD M6 DM dibekali tiga mode berkendara utama, yakni EV Mode, Series Mode, dan Parallel Mode. Seluruh sistem tersebut dikendalikan melalui kontrol terintegrasi 7-in-1 yang diklaim memiliki peningkatan kemampuan komputasi chip hingga 146 persen.
Dari sisi varian, M6 DM Cross menawarkan spesifikasi lebih tinggi dengan baterai berkapasitas 18,3 kWh, kemampuan DC fast charging hingga 26 kW, serta desain yang lebih sporty berkat penggunaan over fender dan roof rail. Varian ini juga dibekali berbagai fitur premium seperti Advanced Driver Assistance System (ADAS), electric tailgate, wireless charging, panoramic roof, dan captain seat.