Kode yang dikeluarkan para sopir bus juga bisa menjadi peringatan tentang apa yang ada di depan, mengingat jika mengendarai mobil atau motor maka pandangan ke depan akan sangat kurang.
Kode dengan menyalakan lampu hazard dikeluarkan untuk memberitahukan bahaya di depan seperti ada polisi, kemacetan, atau kecelakaan. Itu merupakan tanda bahaya yang perlu diperhatikan oleh pengendara di belakang bus.
“Paling kita mainin hazard aja kalau ada yang berbahaya di depan. Misalnya ada polisi kita sudah terlalu lama di jalur kanan, lampu hazard dinyalain langsung ambil jalur kiri,” ujar Aceng.
“Kalau untuk kecelakaan dan macet sampai rem mendadak itu juga pakai lampu hazard. Kita tidak memainkan klakson untuk hal-hal yang berbahaya. Supir itu kebanyakan pakai lampu sein dan hazard,” ujarnya.
Keberadaan lampu sein memang sangat penting pada bus, ini juga memungkinkan sopir bus memiliki ruang yang cukup untuk bagian belakang mobilnya ketika berpindah jalur. Aceng menjelaskan, beberapa kode lampu sein, khususnya yang biasa digunakan di pulau Jawa.