Selain memblokir kendaraan yang bermasalah, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat pengawasan di tingkat penyalur. Sepanjang 2025, sebanyak 544 SPBU menerima pembinaan terkait prosedur distribusi BBM subsidi, pencatatan transaksi, hingga kepatuhan terhadap sistem QR Code.
Mars Ega menambahkan bahwa penerapan QR Code pada pembelian Solar dan Pertalite tidak hanya memperketat pengawasan, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian konsumsi BBM subsidi.
Dia menyebutkan berdasarkan evaluasi internal, terjadi penurunan konsumsi Solar dan Pertalite hingga Oktober 2025, yang menandakan peningkatan efektivitas sistem.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menjaga agar subsidi energi benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Langkah pemblokiran nopol dan pembinaan SPBU dinilai sebagai upaya penting untuk meminimalkan kecurangan sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih tepat dan efisien.