JAKARTA, iNews.id - Di tengah dinamika industri otomotif yang terus berubah, kolaborasi antara produsen pelumas dan jaringan bengkel menjadi kunci menjaga pertumbuhan ekosistem aftermarket. Persaingan yang semakin ketat, perkembangan teknologi mesin, hingga hadirnya kendaraan elektrifikasi membuat seluruh pelaku industri dituntut bergerak lebih adaptif dan saling memperkuat.
Kolaborasi tersebut tidak lagi sebatas hubungan pemasok dan mitra penjualan, tetapi berkembang menjadi kerja sama dalam peningkatan kompetensi teknisi, edukasi konsumen, hingga penyediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan modern. Langkah ini dinilai penting agar bengkel mampu memberikan layanan berkualitas sekaligus menjaga kepercayaan konsumen.
Bagi produsen pelumas, penguatan jaringan bengkel juga menjadi strategi untuk memastikan penggunaan oli sesuai spesifikasi mesin yang terus berkembang. Di sisi lain, bengkel memperoleh dukungan berupa pelatihan teknis, akses produk berkualitas, hingga program bisnis yang mampu meningkatkan daya saing di tengah perubahan pasar.
Kolaborasi tersebut semakin relevan mengingat industri otomotif Indonesia masih didominasi kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), meski tren kendaraan listrik terus meningkat. Kondisi ini membuat kebutuhan pelumas berkualitas tetap tinggi, namun dengan spesifikasi yang semakin kompleks mengikuti perkembangan teknologi kendaraan.
Seperti yang dilakukan Motul. Mereka berkolaborasi dengan bengkel B-Quik dalam Grand Opening outlet terbaru B-Quik Citraland Surabaya pada 26 Juni hingga 5 Juli 2026.