JAKARTA, iNews.id - Dalam satu dekade terakhir, industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) mengalami peningkatan signifikan di dunia. Indonesia yang memiliki populasi penduduk terbesar keempat di dunia tidak luput dari target pemasaran produsen EV.
Namun, perlu diketahui EV yang terbakar sangat sulit dipadamkan. Ini disebabkan karakteristik baterai Lithium yang berbeda dengan material lain apabila terjadi kebakaran.
Baterai lithium tidak memerlukan oksigen untuk bisa terbakar. Suhu apinya sangat tinggi, biasanya dimulai dari sekitar 1.000°C dan dapat terus meningkat hingga mencapai lebih dari 2.000°C.
Penggunaan pemadam api atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR) konvensional tidaklah efektif. Sebab sebagian besar APAR konvensional hanya efektif menjinakkan api dengan suhu maksimal 700°C. Pada baterai Lithium yang terbakar, api akan terus menyala berulang sampai daya di dalam baterai tersebut habis.
Bagaimana langkah Indonesia ke depan sebagai pemain besar di industri ini? Beruntung, Indonesia memiliki seorang ilmuwan kelas dunia bernama Randall Harto Laksono. Pria asal Surabaya yang lebih dikenal dengan nama Randall Hart ini mendedikasikan hidupnya di dunia fire safety.