Yusril Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi, Minta Polri Usut Tuntas

Binti Mufarida
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra. (Foto: Nur Khabibi)

Dia menekankan, kekerasan tidak boleh menjadi jalan keluar ketika terjadi perbedaan sikap maupun pandangan politik. Terlebih, tindakan tersebut menyasar individu yang selama ini memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan HAM.

“Menyerang aktivis demokrasi dan HAM, meskipun berbeda pendapat dengan mereka, tetap tidak dapat dibenarkan. Dalam demokrasi setiap orang hendaknya berpegang pada prinsip menghormati perbedaan dan keragaman karena semua berbuat untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Yusril juga meminta aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut. 

Dia berharap, penyelidikan tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan, tetapi juga mampu mengungkap motif serta kemungkinan pihak yang berada di balik kejadian tersebut.

Senada dengan Yusril, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Angga Raka Prabowo menyampaikan keprihatinan pemerintah atas insiden yang dialami Andrie Yunus. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Novel Baswedan Kutuk Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Kejahatan Luar Biasa!

57 tahun lalu

DPR Desak Polisi Usut Tuntas Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Ancaman Nyata Demokrasi!

57 tahun lalu

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Polri Dalami Rekaman CCTV

57 tahun lalu

Pigai Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Premanisme Tak Boleh Dibiarkan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal