JAKARTA, iNews.id - Ketua DPP Partai Golkar, Yahya Zaini setuju dengan pembatasan jabatan ketua umum partai politik. Menurutnya, hal ini penting supaya ada sistem kaderisasi dan sirkulasi kepemimpinan di tubuh partai politik.
Hal ini diungkapkan Yahya merespons Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengusulkan agar jabatan ketua umum partai politik dibatasi hanya sampai dua periode kepemimpinan.
"Di Golkar sendiri ketua umum secara realitas politik maksimal hanya 2 periode. Jadi saya setuju jika masa jabatan ketua umum parpol dibatasi hanya 2 periode," kata Yahya, dikutip Jumat (24/4/2026).
Dia menyebut jika pergantian kepemimpinan di partainya sudah menjadi kebiasaan organisasi. Menurut Yahya, sebenarnya Partai Golkar juga sudah menjalankan usulan tersebut sebelum disampaikan KPK.
"Bagi Golkar hal itu sudah biasa. Supaya kekuatan partai itu tidak tergantung hanya pada satu figur saja. Tetapi perlu ada kaderisasi dan sirkulasi kepemimpinan serta peremajaan politik," ujarnya.