Vonis Eks Ketua PN Jaksel Diperberat Jadi 14 Tahun terkait Kasus Suap CPO

Nur Khabibi
Mantan Ketua PN Jaksel Arif Nuryanta (dok. Kejagung)

JAKARTA, iNews.id - Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukuman mantan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Muhammad Arif Nuryanta terkait kasus suap vonis lepas perkara pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO). Hukuman yang awalnya 12,5 tahun ditambah menjadi 14 tahun penjara di tingkat banding. 

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Muhammad Arif Nuryanta oleh karena itu dengan pidana penjara selama 14 tahun dan denda sejumlah Rp500 juta," bunyi putusan banding, dikutip Selasa (3/2/2026). 

Apabila denda tak dibayar, maka harta bendanya akan disita untuk dilelang. Jika tidak mencukupi lagi, maka diganti dengan pidana penjara selama 140 hari. 

PT DKI juga menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp14.734.276.000. Apabila tidak dibayar maka akan diganti dengan hukuman penjara selama 6 tahun.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
20 hari lalu

Ferrari dan Harley Davidson Dihadirkan di Sidang Tipikor Kasus Vonis Lepas CPO  

Nasional
2 bulan lalu

Konsumsi Minyak Sawit Nasional Tahun Ini Naik 5,13%, Tembus 18,5 Juta Ton

Nasional
2 bulan lalu

Hakim Djuyamto Melawan usai Divonis 11 Tahun Kasus Suap Vonis Lepas CPO, Ajukan Banding

Nasional
2 bulan lalu

Terbukti Terima Suap, Eks Ketua PN Jaksel Divonis 12,5 Tahun Penjara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal