Dia menambahkan, "Dan andaipun di dalam konten kami ada yang melanggar hukum sebagai warga negara yang baik, kami siap untuk mempertanggungjawabkannya."
Setelah itu, mereka menyebutkan alamat rumah yang berada di daerah Deli Serdang, Sumatera Utara. Meski, kata salah satu anak perempuan, dia meyakini polisi pun sudah tahu alamat rumah mereka.
"Karena waktu itu pertama kali pak polisi datang menjemput untuk menginterogasi kami, katanya atas perintah bapak Kapolri," ucap si anak.
Di kesempatan itu, bocah perempuan yang viral ini memperlihatkan ijazah SD-nya yang didapat dengan susah payah. Bahkan, dia sampai harus mengamen di jalanan untuk bisa menyelesaikan sekolah.
"Ini ijazah asli kami, hasil kerja keras kami sendiri untuk mendapatkan ijazah ini. Di luar dari hasil konten-konten kami, kadang kami ngamen, kadang kami cari barang bekas untuk kami jual dan uangnya kami gunakan untuk biaya sekolah," papar si bocah.