TORAJA UTARA, iNews.id - Aksi perkelahian melibatkan aparat kembali mencoreng institusi. Sebanyak 5 oknum TNI dan 2 oknum polisi terlibat adu jotos dengan pengunjung di sebuah tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Peristiwa tersebut terjadi di Cafe Valery THM, saat suasana hiburan sedang ramai dengan alunan musik DJ. Namun, situasi mendadak berubah menjadi ricuh setelah terjadi cekcok yang berujung aksi kekerasan.
Dalam rekaman yang viral di media sosial, terlihat perkelahian brutal dalam kafe. Para pelaku menggunakan berbagai benda di sekitar lokasi, seperti bangku dan botol minuman untuk menyerang.
Keributan terjadi saat pengunjung lain masih menikmati suasana hiburan. Akibatnya, ruangan karaoke yang semula kondusif berubah menjadi porak poranda.
Situasi semakin memanas setelah salah satu pengunjung dilaporkan terkena hantaman benda tumpul. Kepanikan pun tak terhindarkan di dalam lokasi hiburan tersebut.
Ketegangan akhirnya berhasil diredam setelah sejumlah karyawan kafe dan pengunjung lain turun tangan melerai. Mereka berusaha memisahkan pihak-pihak yang terlibat perkelahian.
Setelah upaya tersebut, kondisi di dalam cafe perlahan kembali kondusif, meski menyisakan kerusakan di sejumlah bagian ruangan.
Komandan Kodim 1414 Tana Toraja, Letkol Infanteri Armal, mengungkapkan kronologi awal kejadian berdasarkan informasi yang diterimanya.
Dia menegaskan pemicu keributan bukan karena permintaan minuman gratis oleh anggotanya, seperti yang ramai diberitakan.
“Setelah musik dihentikan ada salah satu pengunjung protes tentang pemberhentian musik ini yang memicu perkelahian, ini kronologi awal yang kami dapatkan,” ujar Dandim Tana Toraja, Sabtu (4/4/2026).
"Jadi kalau penyampaian dari banyak berita yang menyebut anggota kami meminta minum gratis itu salah,” katanya lagi.