Kemudian, mereka memiliki anak kembali hingga jumlahnya mencapai 25 anak. Suatu hari, Gunung Bromo yang tenang mengeluarkan suara gemuruh dan asap tebal.
Seketika, mereka berdua teringat akan janjinya. Ia pun tak tega melempar Kusuma ke dalam kawah tersebut. Hari-hari berlalu, Kusuma mempertanyakan apa penyebab Gunung Bromo mengeluarkan suara yang amat keras.
Mengetahui fakta yang ada, Kusuma langsung memikirkan nasib kedua orang tua, adik-adik hingga tetangganya. Ia pun siap menjadi korban.
Kusuma pun menceburkan diri ke dalam kawah Gunung Bromo yang bergejolak. Gunung Bromo pun tak lagi bergemuruh dan penduduk sekitar hidup dengan tentram.
Tujuan upacara kasada pun dilakukan di bulan kesepuluh untuk menghormati roh Kusuma dan berharap hasil panen mereka berlimpah dan dijauhkan dari penyakit.