JAKARTA, iNews.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengubah pola soal matematika pada Ujian Nasional (UN) tahun depan agar siswa tidak terbiasa spekulatif dalam menjawab soal-soal yang diujikan.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, soal matematika pada UN mendatang tidak hanya memuat pilihan ganda. Para peserta ujian mata pelajaran matematika akan diberikan soal yang harus diisi dengan isian singkat atau esai. Dari 40 soal ujian matematika, akan ada empat soal isian singkat.
“Ada empat soal. Dari 40 (soal) hanya empat (isian singkat). Kan UN itu 40 soal, jadi 10 persen isian singkat (matematika)," katanya di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (20/12/2017).
Menurut Totok, dalam menjawab soal matematika, siswa tidak bisa sekadar memilih. Siswa harus dibiasakan mencari jawaban dari apa yang selama ini telah dipelajari di kelas. Totok menjamin siswa tidak akan terlalu sulit menjawab sebab tingkat kesulitan soal isian singkat itu sama dengan soal pilihan ganda.
Bagi sekolah yang melaksanakan UN dengan berbasis komputer (UNBK) akan mengerjakan isian singkat dengan menggunakan komputer bukan tertulis di atas kertas. “Tetap scoring-nya pakai komputer. Soal ada di komputer, dan menjawabnya juga di komputer, diketik. Ilustrasinya, misalnya 1 ditambah 2, ketik (angka) 3,” tutur Totok.
Dia mengakui, adanya soal isian ini merupakan kali pertama yang dilakukan kementerian. Mesin aplikasi penilaian ini pun diakuinya tidak gampang dan harus melalui berkali-kali latihan. Balitbang Kemendikbud telah menyiapkan aplikasi khusus untuk penilaian jawaban dengan isian singkat.