Uji Kelayakan Hadi Tjahjanto Diawali Pemeriksaan Dokumen

Felldy Aslya Utama
Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Komisi I DPR bakal melemparkan sejumlah pertanyaan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon panglima TNI. Minimum Essensial Force (MEF) dan peningkatan kesejahteraan prajurit TNI menjadi dua hal yang bakal ditanyakan dalam fit and proper test.

Wakil Komisi I DPR, Tubagus (TB) Hasanuddin sebelum memulai fit and proper test menyampaikan, pimpinan akan lebih dulu memeriksa sejumlah administrasi persyaratan Hadi sebagai calon panglima TNI. Setelah pemeriksaan berkas selesai, Hadi dipersilakan untuk menjabarkan visi dan misinya.

"Pimpinan Komisi I akan melakukan pengecekan administrasi sekitar 10 menit, dimulai jam 10.00 WIB. Jadi jam 10.30 WIB kami akan mulai (fit and proper test)," ungkap Hasanuddin di Ruang Rapat Komisi I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, mekanisme fit and proper test kurang lebih sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Dimulai dengan paparan visi dan misi calon Panglima TNI dan dilanjutkan sesi tanya jawab.

"Saya tidak bisa menebak (lamanya tes berlangsung) karena yang hadir 50 orang. Bisa jadi pertanyaan berbeda dengan caranya masing-masing. Tapi barangkali akan berkisar soal pembangunan MEF untuk alat utama sistem persenjataan (alusista), peningkatan kesejahteraan TNI, masalah disiplin, serta tugas yang akan dilakukan panglima baru," ucapnya.

Sambutan TB Hasanuddin kemudian ditanggapi anggota Komisi I lain, Effendi Simbolon. Dia menegaskan, visi dan misi yang akan dijabarkan Hadi seharusnya sesuai dengan visi misi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan demikian, kebijakan panglima TNI ke depan pasti mendapat dukungan dari pemerintah.

"Menurut saya, yang pasti visi misi calon Panglima TNI itu sesuai dengan visi misi Presiden. Tidak mungkin keluar dari konteks kebijakan pemerintah yang ada sekarang. Negara pasti mendukung TNI dalam menjalankan tupoksi (tugas, pokok dan fungsi)," ungkapnya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
7 jam lalu

Istana: Indonesia akan Kirim 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Perdamaian di Gaza

Nasional
8 jam lalu

Pemerintah Dapat Hibah Kapal Patroli dari Jepang, Nilainya Rp205 Miliar

Nasional
10 jam lalu

TNI bakal Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Berapa Jumlahnya?

Nasional
13 jam lalu

Istana Pastikan Pemilihan Calon Pimpinan OJK Lewat Pansel, Belum Ada Nama yang Disiapkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal