UGM Kembangkan GeNose, Deteksi Covid-19 Lewat Embusan Nafas hanya 2 Menit

Antara
Ilustrasi tes Covid-19. (Foto: Istimewa)

Dalam mekanisme kerja GeNose, Kuwat menjelaskan ketika bakteri atau virus menginfeksi maka tubuh manusia akan menghasilkan senyawa volatile yang spesifik. Senyawa volatile dari embusan nafas dideteksi oleh larik sensor gas. Kemudian, akan terjadi respons yang membentuk pola khas.

Pola khas itu akan dianalisis berbasis kecerdasan buatan dengan machine learning atau deep learning. Dari hasil analisis itu akan diketahui seseorang terkena covid-19 atau tidak.

Untuk mendapatkan embusan nafas itu, setiap orang menempelkan mulut ke katup dan meniup alat penampung nafas. Setelah itu, hasil embusan nafasnya ditampung dan langsung dikoneksikan ke perangkat GeNose untuk dianalisis.

Kuwat mengatakan kemampuan produksi GeNose yang dilakukan UGM bersama mitra diperkirakan mencapai 50.000 unit hingga 100.000 unit per bulan. Alat itu dinilai lebih terjangkau dibanding mesin PCR.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PDIP Tantang Jokowi Pamerkan Ijazah Asli UGM Saat Keliling Daerah

57 tahun lalu

84.637 Orang Minat Masuk UGM di SNBT 2026, Sekolah Vokasi Paling Favorit

57 tahun lalu

Direktur PLN Suroso Isnandar Terpilih Jadi Anggota MWA UGM Periode 2026–2031

57 tahun lalu

Kapal Api Goes to Campus di UGM, Buka Ruang bagi Mahasiswa Wujudkan Mimpi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal