Uniknya, tradisi ini bukan hanya dilakukan oleh umat Islam, namun juga umat Hindu ketika merayakan hari besarnya. Ngejot sendiri memiliki arti memberi dan diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Bali.
Banyak pihak mengakui jika tradisi ini menjadi gambaran tingginya toleransi yang dijunjung oleh masyarakat Bali, dan patut dicontoh oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Masyarakat di wilayah Banyuwangi biasa melakukan tradisi jemur kasur atau mepe kasur menjelang Idul Adha. Tradisi unik satu ini cukup menyita perhatian karena tidak ada hubungannya dengan bagi-bagi makanan atau makan daging bersama.
Masyarakat di Kecamatan Glagah, tepatnya Suku Osing di Desa Kemiren, biasa menjemur kasur secara bersamaan dari pagi hingga sore hari. Tak hanya itu, kasur-kasur yang memiliki warna sama, yakni hitam dan merah, akan dijemur dan dibersihkan dengan cara dipukul-pukul.
Masyarakat percaya bahwa tradisi unik menjelang Idul Adha di Indonesia ini mampu menolak bala, menghindarkan diri dari segala penyakit, serta menjaga keharmonisan atau kelanggengan hubungan.