Tradisi Nyorog Asal Betawi: Berawal dari Sesajen untuk Dewi Sri dan Berkembang Menjadi Ajang Silaturahmi

Inas Rifqia Lainufar
Nyorog merupakan tradisi khas Betawi (Foto: Dinas Kebudayaan Jakarta)

“Pada peristiwa ritus, misalnya ritus baritan atau ritus sedekah bumi, itu menjadi sajenan sembahan kepada Dewi Sri atau Dewi kemakmuran karena masyarakat sudah diberikan kesuburan tanahnya, sama keberhasilan tanamannya yang melimpah ruah. Jadi, ada ritus sajenan, sedekah bumi," kata Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, dikutip iNews.id dari Okezone.com, Rabu (8/3/2023).

Namun seiring dengan masuknya Islam di tanah Jawa, tradisi tersebut sedikit berubah. Masyarakat Betawi tetap mengantarkan makanan, tetapi bukan dalam bentuk sesajen dan bukan untuk Dewi Sri, melainkan untuk orang-orang yang dituakan.

Mereka melakukan itu sambil bersilaturahmi ke rumah orang-orang yang dituakan atau dihormati menjelang bulan Ramadhan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua.

“Pada saat sekarang, ide (nyorog) itu ‎oleh orang-orang dahulu kala, orang Betawi dulu, dijadikan sebagai memberikan penghormatan dan silaturahmi kepada orang-orang yang kita hormatin," ujar Yahya Andi Saputra.

"Misalnya, kalau saya punya Abang, punya encang, encing, saya nyorog ke rumahnya.‎ Kita anterin sesuatu kepadanya, kita silaturahim, minta maaf, karena menyambut saat-saat mulia, menyambut bulan puasa,"‎ imbuhnya.

Editor : Komaruddin Bagja
Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal