Wujud dari pelaksanaan tujuh likur dengan berbagai hiasan yang menghiasi desa dan kelurahan di Lingga merupakan praaksara masyarakat secara sukarela. Kegiatan itu tidaklah dilakukan tergesa-gesa saat mendekati malam puncak 27 Ramadhan, tetapi telah dipersiapkan sejak awal bahkan sebelum datangnya bulan Ramadhan.
Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dari mulai mengumpulkan/mempersiapkan bahan dan peralatan, pembuatan/menghias hingga pelaksanaan acara puncak kegiatan tersebut dengan berbagai tradisi yang melekat pada masyarakat.
Tradisi Melayu menyambut bulan puasa Ramadhan selanjutnya adalah pesta tapai. Melansir laman resmi Kemendikbud ‘Tradisi Pesta Tapai Pada Masyarakat Batubara’ yang diteliti oleh Fariani, pesta tapai adalah salah satu tradisi yang hingga saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat Melayu di Batubara, Sumatera Utara adalah tradisi Pesta Tapai.
Pesta tapai adalah tradisi yang kerap dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi ini biasanya dilakukan satu bulan menjelang bulan Ramadhan.
Pesta tapai ini merupakan pesta kuliner masyarakat Batubara dengan menu andalan ragam tapai yang merupakan olahan masyarakat Batubara. Dahulu, pelaksanaannya berlangsung selama 3 hari jelang Ramadhan.