TPN Duga Sirekap Untungkan Paslon Tertentu: Sistem Otomatis atau Angka Ditambahkan Orang?

Jonathan Simanjuntak
Tim Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Finsensius Mendrofa (tengah) (foto: MPI)

JAKARTA, iNews.id - Tim Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Finsensius Mendrofa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menginvestigasi aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Suara (Sirekap). Hal ini menyusul banyaknya dugaan kejanggalan terkait Sirekap.

“Meskipun KPU sudah dua kali minta maaf minta, tapi kita meminta perlu dilakukan investigasi, permasalahannya di mana dan kemudian bisa dilihat dan dibentuk tim independen,” kata Finsensius, Sabtu (17/2/2024).

Salah satu kejanggalan yang terjadi ialah banyaknya jumlah suara yang tidak sesuai saat diinput. 

“Kalau sebuah kelemahan dan merata terjadi penambahan pengurangan di ketiga paslon sistem random, kita mungkin berasumsi oh memang sistem aplikasinya memang yang parah," ucap dia.

Menurut Finsensius kelemahan pada aplikasi Sirekap terlihat menguntungkan pasangan calon tertentu. Oleh karenanya investigasi dan audit perlu dilakukan untuk mengetahui apakah angka suara yang janggal itu dari sistem otomatis atau ditambahkan seseorang.

"Kita nggak tahu itu (angka) ditambah oleh sistem otomatis atau ditambahkan seseorang," sambungnya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Penampakan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, bakal Diunggah Bonatua ke Medsos Malam Ini

Nasional
3 hari lalu

Akhirnya, Bonatua Kantongi Ijazah Jokowi Tanpa Sensor dari KPU

Nasional
22 hari lalu

KPU RI Ungkap Salinan Ijazah Jokowi Pernah Ditayangkan ke Publik saat Pilpres

Nasional
22 hari lalu

KIP Gelar Sidang Sengketa Informasi Ijazah Jokowi, Periksa KPU dan Polda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal