TPF Sebut Cairan Air Keras Bukan untuk Membunuh Tapi Buat Novel Menderita

Irfan Ma'ruf
Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Tim Pencari Fakta (TPF) telah memeriksa cairan yang digunakan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Dari hasil penyelidikan ditemukan cairan yang digunakan tidak bertujuan untuk membunuh.

Juru Bicara TPF, Nur Kholis mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi dan pendalaman terhadap zat kimia yang digunakan untuk menyiram wajah Novel. Evaluasi dilakukan dengan melakukan analisa, wawancara tambahan Puslabfor Polri, hasil visum Et Repertum RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, saksi ahli kimia UI serta saksi ahli dokter spesialis mata.

Dia menyebutkan, dari fakta ditemukan, zat kimia yang digunakan adalah asam sulfat H2SO4 dengan kadar larut tidak pekat. Sehingga, tidak mengakibatkan luka berat, permanen pada wajah korban.

"Baju gamis yang dikenakan korban juga tidak mengalami kerusakan. Penyiraman tersebut tidak mengakibatkan kematian," kata Nur Kholis di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (17/7/2019).

Pelaku, menurut dia, tidak bertujuan membunuh melainkan membuat korban menderita. Dia meyakini penyiraman air keras tersebut bukan dimaksudkan untuk membunuh tapi membuat korban menderita.

Editor : Djibril Muhammad
Tags:
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sadis! Israel Bom Tenda Pengungsi Gaza, 6 Orang Tewas 10 Luka termasuk Anak-Anak

57 tahun lalu

Biadab! Tentara Israel Bunuh Bayi Palestina Umur 7 Bulan di Tepi Barat

57 tahun lalu

Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw Dipecat, Terbukti Masih Berstatus ASN

57 tahun lalu

Raymond/Joaquin ke Final Indonesia Open 2026, Bungkam Sabar/Reza Dua Gim Langsung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal