Selain alumni terbaik Akmil, mantan komandan upacara penurunan bendera HUT ke-70 RI (2015) ini adalah lulusan terbaik Dikreg Seskoad XLVI (2008) dan Sesko TNI 2017.
Letjen TNI Mohamad Hasan satu angkatan dengan Bambang Trisnohadi alias lulusan Akmil 1993. Kebetulan keduanya juga dari kecabangan infanteri Kopassus. Bahkan, sebagian besar karier militer Hasan berkutat di pasukan elite loreng darah mengalir ini.
Keluar dari Lembah Tidar, prajurit kelahiran Bandung pada 13 Maret 1971 ini mula-mula ditugasi sebagai Danunit Grup 1/Para Komando Kopassus. Kemudian, Danton Grup 1/Para Komando Kopassus, Danki 113/Kalajengking Grup 1/Para Komando Kopassus, hingga Kasi Intel Grup 1/Para Komando Kopassus.
Setelah itu Hasan ditarik ke Aceh memimpin pasukan elite Raider sebagai
Danyonif 114/Satria Musara (Kodam Iskandar Muda). Kariernya naik sebagai
Dandim 0104/Aceh Timur (2011-2013). Tak lama, dia kembali ditarik ke rumah lamanya di Cijantung.
Kali ini tentara berdarah Minang itu diberi mandat sebagai Waaspers Danjen Kopassus, kemudian Wadan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus pada kurun 2013-2014. Portofolionya kian komplet setelah digeser ke Korps Setia Waspada sebagai Asrena Danpaspampres.