Ahmad Soebardjo merupakan tokoh senior yang memainkan peran penting dalam perumusan isi teks proklamasi dan koordinasi pelaksanaannya. Ia adalah tokoh yang menentukan lokasi proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.
Menjelang proklamasi, Soebardjo juga berperan dalam menjemput Soekarno dan Hatta dari Rengasdengklok agar segera kembali ke Jakarta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Peran Soebardjo sangat vital dalam mengurus aspek teknis yang memastikan proses proklamasi berlangsung lancar.
Sayuti Melik berperan sebagai pengetik dan penyunting naskah proklamasi. Ia mengetik dengan cepat teks proklamasi yang sebelumnya dirumuskan secara lisan oleh Soekarno dan Hatta.
Sayuti melakukan koreksi penting pada kalimat teks agar terasa lebih tegas, seperti mengganti frasa “wakil-wakil bangsa Indonesia” menjadi “atas nama bangsa Indonesia.” Setelah kemerdekaan, Sayuti juga menjadi tokoh penting yang mendukung kebebasan pers dan pengembangan media sebagai sarana untuk menyebarkan semangat kemerdekaan dan nasionalisme.
Fatmawati yang merupakan istri Soekarno, berperan simbolis namun bermakna dalam proses kemerdekaan Indonesia dengan menjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan pada hari proklamasi. Bendera ini menjadi lambang nasionalisme dan identitas bangsa Indonesia yang baru lahir. Kontribusi Fatmawati menunjukkan peran serta perempuan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama dalam hal simbol dan moral perjuangan.