"Sekitar 60-70% jemaah haji terkena hit stroke tapi tidak berakibat fatal karena dapat ditangani," katanya.
Bila menemukan ada jemaah yang mengalami heat stroke, Anwas Nurdin menyarankan untuk segera memberikan pertolongan pertama. Berikut ini cara memberikan pertolongan pertama kepada jemaah yang terkena heat stroke:
1. Menurunkan suhu badan dengan cara memberikan cairan kompres dingin ke tubuh. Caranya bisa dengan membasahi sapu tangan dan sebagainya.
2. Membawa dan mengevakuasi jemaah yang terkena heat stroke ke tempat teduh.
3. Segera menghubungi petugas agar memberikan pertolongan awal
4. Membawa jemaah haji ke posko kesehatan terdekat
"Kalau di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) kita berikan kompres es batu, kipas angin yang dikasih air agar suhu tubuh menurun," ucapnya.
Di sisi lain, Anwas Nurdin juga mengimbau jemaah haji untuk mengantisipasi serangan heat stroke. Caranya dengan selalu minum air setiap jam.
"Tidak harus menunggu haus untuk minum. Setidaknya 200 mililiter air per jam. Kemudian, mengonsumsi buah-buahan seperti apel, semangka dan buah-buahan lainnya yang banyak mengandung air," katanya.
Selain itu, jemaah haji juga harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti payung untuk mengantisipasi teriknya matahari. Kemudian masker, topi, semprotan cairan ke tubuh jemaah. "Termasuk bisa juga tambahan sunblock dan lip balm," katanya.