Kedua, Komisi III DPR melihat adanya perubahan pendekatan Polri yang semakin mengedepankan sisi humanis dalam menjalankan tugas. Dia menilai Polri tak lagi sekadar mengedepankan tindakan represif atau penegakan hukum yang kaku, melainkan pendekatan yang persuasif, solutif, dan mengayomi.
"Polisi kini lebih dekat, lebih ramah, dan lebih cepat merespons aduan warga. Perubahan kultur ini yang membuat masyarakat merasa aman dan nyaman," ucap dia.
Ketiga, Habiburokhman menilai kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi salah satu faktor penting di balik meningkatnya tingkat kepercayaan publik.
"Visi Presisi yang beliau usung bukan sekadar jargon, tapi benar-benar diwujudkan lewat reformasi internal dan peningkatan pelayanan publik yang nyata. Kepemimpinan beliau yang tenang, tegas, dan responsif menjadi kunci utama di balik melesatnya kepercayaan publik ini," tuturnya.
Meski demikian, Habiburokhman mengingatkan capaian tersebut jangan sampai membuat Polri cepat berpuas diri. Dia berharap hasil survei itu menjadi motivasi bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Tentu saja capaian 82,4 persen ini jangan membuat jajaran kepolisian cepat berpuas diri. Jadikan hasil survei ini sebagai vitamin dan motivasi untuk terus mempertahankan prestasi, memperbaiki kekurangan yang masih ada, dan terus konsisten menjadi pelindung serta pengayom masyarakat Indonesia. Komisi III akan selalu mendukung penuh langkah-langkah positif Polri ke depan," katanya.