Terungkap, Ini Penyebab Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh di Kepulauan Seribu

irfan Maulana
KNKT akhirnya membuka hasil investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021. (Foto: SINDOnews)

Nurcahyo menjelaskan pada saat pesawat berbelok ke kanan dan kemudi miring ke kanan dapat membuat pilot berasumsi pesawat berbelok ke kanan sesuai yang diinginkan. Kondisi tersebut merupakan konfirmasi bias yaitu kondisi di mana seseorang mempercayai informasi yang mendukung opini atau asumsinya. 

Complacency terhadap sistem otomatisasi dan konfirmasi bias kemungkinan telah menyebabkan dikuranginya monitor pada instrumen dan keadaan lain yang terjadi. 

"Pada saat kemudi miring ke kanan, sementara itu pesawat berubah menjadi miring dan berbelok ke kiri. Lalu disusul peringatan kemiringan yang berlebih (bank angle warning). Selanjutnya A/P menjadi non aktif (disengaged) dan kemudi dimiringkan ke kiri. Kurangnya monitonng pada instrumen," katanya.

Kata dia, kemudi yang miring ke kanan mungkin telah menimbulkan asumsi pesawat miring ke kanan. Hal itu menyebabkan tindakan pemulihan tidak sesuai.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Belajar Setahun, Bertahan Bertahun-tahun: BRI Dampingi Mahdiah Kembangkan Dodol Rumput Laut

57 tahun lalu

Rumput Laut Pulau Panggang Bawa Peluang, BRI Bantu Mahdiah Kembangkan Dorula

57 tahun lalu

Menembus Ombak Laut Jawa, BRI Jemput Bola Layani Nasabah di Kepulauan Seribu

57 tahun lalu

KM Sumber Makmur Terdampak Cuaca Buruk di Kepulauan Seribu, 29 Orang Dievakuasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal