"Kami meraih apresiasi Kategori Pendidikan dengan inovasi sejarah lokal. Di mana inovasi yang sudah kami lakukan adalah Kab Gresik merupakan kabupaten yang memiliki sejarah kewalian, santri, di mana ada Sunan Giri, Sunan Malik Ibrahım, pecinan, kampung arab, semuanya ada kota tua menjadi satu," tuturnya
Sejak dulu abad ke-7, ke-9, sampai dengan sekarang masyarakatnya rukun. Kondisi yang dinamis, yang senantiasa bersama-sama untuk menjunjung tinggi menjadikan Gresik yang semakin kota santri dan kota wali ini terus dijunjung tinggi.
Sejarah-sejarah lokal, di mana di sana dari kampung arab, pecinan, ada masjid, ada gereja, ada kelenteng tapi Bersatu. Demikian pula kalau ada hajatan-hajatan senantiasa untuk saling membantu.
“Kegotongroyongan ini oleh bapak bupati Gresik senantiasa terus dikebumikan, sehingga nanti anak-anak muda, cendekiawan, milenial itu senantiasa menjunjung tinggi keharmonisan yang sudah terbangun ini,” katanya.
Penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2022 yang diraih tersebut tidak lepas dari program inovatif yang dilakukan Fandi, yakni program Kurikulum Sejarah Lokal. Pemkab Gresik meluncurkan inovasi program kurikulum baru Sejarah Lokal, yang dirangkai dengan beberapa mata pelajaran lainnya, seperti Edukasi Wisata, Program Tahfidz Belajar, dan CSR Pendidikan.