Teori waisya juga lahir karena adanya kasta waisya pada zaman dahulu. Dalam agama Hindu. masyarakat dibedakan berdasarkan perannya. Setiap peran memiliki tingkatannya masing-masing.
Semakin tinggi peran atau jabatan seseorang, maka semakin tinggi juga kastanya. Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI), kasta adalah golongan (tingkat atau derajat) manusia dalam masyarakat agama Hindu.
Pada saat itu, kasta terbagi menjadi empat tingkatan, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Dalam agama Hindu, Waisya merupakan kasta ketiga yang berisikan para pedagang, petani, dan tukang.
Meskipun sebagai kasta ketiga, tanpa adanya kasta ini maka masyarakat juga akan kesulitan untuk mendapatkan makanan, barang-barang, hingga membangun rumah atau ruangan. Sehingga bisa dikatakan bahwa kasta ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam siklus kegiatan ekonomi dan bisnis melalui perdagangan.
Sama seperti teori kebanyakan lainnya, teori waisya juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut kelebihan dan kekurangan teori waisya: