Sementara itu, Muzakir Dwi Cahyono Sejarawan Malang menuturkan, dugaan terkuat area ini merupakan permukiman dengan luasan yang menyebar. Dalam Prasasti Wurandungan dan Ukirnegara, disebutkan adanya permukiman kuno dengan pasarnya di sisi utara.
"Jadi permukiman yang lama ya, dan di dalam permukiman ini ada masyarakat yang punya religiusitas tinggi, jadi bisa areanya meluas," ucap Dwi Cahyono.
Dia menyampaikan, temuan situs ini menjadi penting demi mengonstruksi sejarah dari beberapa situs lainnya yang sudah ditemukan seperti Situs Srigading di Lawang dan Situs Langlang di Singosari, yang sama-sama teridentifikasi dari era Mpu Sindok Kerajaan Mataram.
"Kami berharap Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Malang, khususnya Balai Pelestarian Kebudayaan BPK 11 untuk menindaklanjuti temuan ini, sehingga kita bisa melakukan penanganan secara tepat, sebab temuan merupakan penting," katanya.
Diberitakan sebelumnya, warga dihebohkan dengan penemuan struktur bangunan diduga candi. Batu bata itu ditemukan dalam gundukan tanah yang digali sedalam kurang lebih satu meter, dengan diameter lebar 2,5 meter.