“Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan dan kita memilih membangun hubungan tersebut atas dasar saling percaya dan itikad baik Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan kita tidak ingin punya musuh manapun,” ucap Prabowo.
Dia meyakini traktat keamanan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas kawasan. Selain isu pertahanan, kedua pemimpin negara juga membahas kerja sama di sektor pertanian.
“Pertemuan hari ini saya dan PM Albanese juga membahas berbagai agenda prioritas bersama di bidang pertanian saya mengundang pihak Australia untuk mengembangkan joined venture di sektor pertanian di kedua negara guna mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan kita,” tutur dia.
Selain itu, Australia juga akan mendukung pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam melaksanakan latihan militer gabungan dengan negara mitra, termasuk Australia. Adapun kerja sama pendidikan militer juga akan diperluas untuk membangun hubungan dan pemahaman di antara pemimpin militer di masa depan.
Albanese juga menjelaskan kerja sama pertahanan antara dua negara telah terjalin selama tiga dekade, yaitu sejak pemerintahan Paul Keating dan Presiden Soeharto pada 1995. Sehingga penandatanganan traktat ini menjadi momen bersejarah antar dua negara.