Tangis Ibu Santri Korban Pembakaran di Lombok Pecah saat Mengadu ke Komisi III DPR

Felldy Aslya Utama
Ibu dari Sahri Sobirin, salah satu santri yang menjadi korban tak kuasa menahan tangis saat mengadukan nasib malang putranya (dok. DPR)

Tim hukum menjelaskan, aksi keji tersebut dilakukan di sebuah ruangan kosong. Pelaku diduga menyiramkan bensin dan menyulut api hingga membakar sekujur tubuh korban. 

"Baru tiga hari setelah kejadian pembakaran, si anak bisa berbicara. Dia menyampaikan bahwa dibakar di dalam ruangan kosong. Api berisi bensin menyebar hingga korban mengalami luka bakar sangat drastis, mencapai 80 persen," ujarnya. 

Luka bakar tersebut meliputi area wajah hingga ujung kaki. Hanya bagian perut dan sedikit bagian paha yang dilaporkan tidak terkena kobaran api. Sahri Sobirin akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah sempat berjuang melewati masa kritisnya. 

Merespons kesaksian memilukan tersebut, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, berusaha menenangkan sang ibu yang terus menangis tersedu-sedu. Dia menegaskan pihak DPR akan mengawal kasus ini hingga tuntas demi keadilan bagi almarhum. 

"Insya Allah kami, Komisi III, akan berupaya maksimal untuk memberikan keadilan agar korban almarhum bisa mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya," ujar Habiburokhman.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 hari lalu

Momen Ratusan Santri Datangi Istana Kepresidenan, Lihat Langsung Tempat Kerja Prabowo

7 hari lalu

Prabowo Mengaku Punya Utang ke Warga NTB: Dari Dulu Dukung Saya

19 hari lalu

Jokowi Akhiri Blusukan di Lampung: Saya Masih Orang Kampung

19 hari lalu

Kemenag Cabut Izin Ponpes Ibadurrahman di Kukar Buntut Kasus Kekerasan Seksual

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal