"Sangat bangga sekali Bapak Presiden sampai ke sini. Enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata," lanjut Annisa.
Mengakhiri perbincangan, keduanya menitipkan satu harapan sederhana untuk sang Presiden.
"Semoga Pak Presiden sehat selalu pokoknya. Sehat selalu," seru mereka.
Museum Pahlawan Nasional Marsinah berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, tepat di tanah kelahiran sang pahlawan. Museum ini terdiri dari dua bangunan utama: gedung museum dan rumah singgah di bagian belakang.
Di dalam museum, sejumlah koleksi pribadi Marsinah telah terpajang, mulai dari sepeda onthel yang digunakannya semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh.
Barang-barang itu menuturkan perjalanan hidup Marsinah, dari masa kecilnya di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo.