Di sisi lain, dia menjelaskan bahwa film yang tengah digarapnya bergenre gore, action, dan thriller dengan sejumlah adegan sensitif. Menurut dia, sejak awal pihaknya telah memberikan penjelasan detail kepada para talent terkait adegan yang akan diperankan, termasuk bentuk sentuhan di area tubuh tertentu.
Erza juga mengklaim telah mempersilahkan peserta casting untuk didampingi orang tua atau keluarga saat proses seleksi berlangsung secara offline. Dia menegaskan bahwa setiap talent diberikan pilihan untuk bersedia atau tidak mengambil peran tersebut.
Meski demikian, Erza berharap polemik ini tidak terus berkembang. "Saya berharap cukup sampai di sini saja. Berita-beritanya sudah cukup viral," ujarnya.
Sementara itu, kasus dugaan pelecehan seksual berkedok casting film masih menjadi perhatian publik dan memicu perbincangan luas di media sosial.