Survei Median: 50,4% Publik Tak Setuju RI Gabung Board of Peace, Ini Alasannya

iNews
Pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

JAKARTA, iNews.id - Keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian menuai respons beragam dari publik. Hasil Survei Median yang dipublikasikan Senin (23/2/2026) mencatat, lebih dari separuh responden atau 50,4% menyatakan tidak setuju dengan langkah tersebut.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan perdana BoP telah kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung terwujudnya perdamaian di Palestina melalui partisipasi aktif di forum itu.  Di hadapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan delegasi lainnya, Prabowo menyampaikan keputusan berpartisipasi dalam BoP mencerminkan konsistensi sikap aktif Indonesia dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia serta mewujudkan solusi yang seadil-adilnya bagi rakyat Palestina.

"Kami akan mewujudkan impian perdamaian di Palestina, solusi yang berkelanjutan bagi Palestina dan di Gaza," kata Prabowo di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).

Namun, hasil survei menunjukkan sikap publik cenderung kritis. Sebanyak 50,4% responden menyatakan tidak setuju Indonesia bergabung dalam BoP. Sementara 34,8% menyatakan setuju, dan 14,8% belum menentukan sikap.

Alasan penolakan dari publik cukup beragam. Kekhawatiran akan dominasi Amerika/Israel atas Gaza menjadi faktor terbesar. Selain itu, ada pula yang keberatan terhadap besaran iuran yang harus disetorkan Indonesia setelah bergabung ke forum tersebut.

"Penolakan utama didorong oleh kekhawatiran akan dominasi Amerika/Israel sebesar 14,6% dan keberatan terhadap biaya iuran sebesar Rp17 triliun sebesar 9,6%, serta Palestina belum merdeka 6,8%," tulis Lemba Survei Median dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026).

Tak hanya itu, 66,2% responden mengaku khawatir keanggotaan BoP akan melemahkan posisi Indonesia dalam membela Palestina. Bahkan 67,7% menilai BoP hanya menguntungkan Amerika Serikat dan Israel.

"Sebanyak 40,8% responden berpendapat keanggotaan harus dipertimbangkan kembali dan 36,1% meminta langsung keluar jika terbukti tidak menguntungkan Palestina," tulis Median.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Prabowo Ungkap Isi Pertemuan 30 Menit dengan Trump di Sela Rapat Board of Peace

Nasional
3 hari lalu

Dipuji Trump di KTT Board of Peace, Prabowo: Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza

Nasional
3 hari lalu

Lantang! Prabowo Tegaskan RI Gabung Board of Peace demi Perdamaian Palestina

Nasional
4 hari lalu

Di Forum Board of Peace, Prabowo Siap Kirim 8.000 Pasukan Indonesia ke Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal