Ia menegaskan bahwa pasokan elpiji Indonesia tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz, sehingga tidak terdampak langsung oleh dinamika geopolitik di kawasan tersebut. Indonesia memperoleh pasokan LPG dari berbagai negara mitra.
“Kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika dan beberapa negara lain,” kata Bahlil.
Selain itu, pemerintah memastikan kebutuhan energi nasional tetap terjaga melalui diversifikasi sumber pasokan. Untuk minyak mentah, Indonesia sebelumnya memang masih memperoleh sebagian pasokan dari kawasan Timur Tengah, namun kini telah disiapkan alternatif dari sejumlah negara lain.
“Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude sekitar 20–25 persen. Dan kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika dan beberapa negara lain,” Bahlil menjelaskan.