Soal Umrah, KJRI: Pemerintah Arab Saudi sedang Kaji Sinovac dan Sinopharm

Widya Michella
Pemerintah Arab Saudi sedang melakukan kajian untuk memastikan apakah calon jemaah umrah dari negara lain, termasuk Indonesia dapat masuk ke Arab Saudi menggunakan vaksin  Sinovac dan Sinopharm. (Foto: Istimewa)

Selain itu, dalam pertemuan ini Pemerintah Arab Saudi menyatakan lebih memprioritaskan keselamatan dan kesehatan jemaah dalam pengaturan penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi covid-19. Keselamatan dan kesehatan menjadi hal utama, bukan kepentingan ekonomi dan bisnis semata.

"Pelaksanaan ibadah umrah dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, misalnya transportasi dalam kota hanya diisi 50 persen dari total kapasitas normal, dan akomodasi hotel dibatasi dua orang per kamar,” ujarnya.

Diketahui, ada 30 negara yang masih ditangguhkan masuk ke Kerajaan Arab Saudi antara lain India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon, Vietnam, Korut, Korsel, dan Afganistan.

"Untuk alasan keselamatan juga, kebijakan penangguhan masih diberlakukan, khusunya bagi negara yang penyebaran virus covid-nya dinilai masih tinggi,” katanya.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Haji dan Umrah
4 jam lalu

Jemaah Haji RI Wafat di Tanah Suci Bertambah 4, Total Jadi 16 Orang

Haji dan Umrah
16 jam lalu

Update Haji 2026: 12 Jemaah Wafat, Mayoritas karena Jantung dan Paru-Paru

Nasional
1 hari lalu

Purbaya Bongkar Hambatan Proyek PLTS Terapung Saguling, Minta Izin Dipercepat

Haji dan Umrah
2 hari lalu

Kemenhaj: 10 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Arab Saudi, 70 Dirawat di RS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal