Soal Kontroversi Pernyataan Menag Yaqut, JK Tegaskan Kemenag Bukan Hadiah

Fahreza Rizky
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla. (Foto: Dok. Sindo Media).

JAKARTA, iNews.id - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla ikut mengomentari pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menuai kontroversi. Pernyataan tersebut terkait Kementerian Agama (Kemenag) bukan hadiah negara untuk umat Islam, tapi hadiah spesifik untuk Nahdlatul Ulama (NU).

Pria yang biasa disapa JK itu menuturkan, kehadiran Kemenag bukan hadiah tapi keharusan karena Indonesia berdiri berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Itu bukan hadiah. Itu adalah keharusan karena negeri ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Semua agama sangat penting untuk dilindungi,” ujar JK dikutip dari keterangannya di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Menurutnya, pernyataan Yaqut tidak tepat. Kemenag, lanjut dia harus mengayomi semua agama dan ormas keagamaan.

“Jadi bukan hanya NU, tapi semua agama dan semua organisasi keagamaan itu yang dinaungi pemerintah lewat Kemenag,” ucapnya.

Dalam pernyataannya Yaqut menyampaikan, Kemenag bukan hadiah negara untuk umat Islam, tapi hadiah spesifik untuk NU karena itu wajar kalau NU memanfaatkan peluang-peluang yang ada di kementerian tersebut.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

KPK Limpahkan Perkara Eks Menag Yaqut usai Ibadah Haji 2026 Rampung

57 tahun lalu

Momen Keakraban Prabowo Bersama Gibran, Megawati hingga JK di Sela Upacara Hari Lahir Pancasila

57 tahun lalu

KPK Segera Tahan 2 Tersangka Terbaru Kasus Kuota Haji, Susul Eks Menag Yaqut

57 tahun lalu

Kenang Ryamizard Ryacudu, Jusuf Kalla: Beliau Berjasa Besar dalam Penyelesaian Konflik dan Tsunami Aceh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal