Soal Klaim SBY Tak Pernah Lakukan Kecurangan Pemilu, Hasto Sebut Mudah Dipatahkan

Carlos Roy Fajarta
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebutkan pernyataan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak pernah melakukan kecurangan Pemilu sangat mudah untuk dipatahkan. Hasto mengaku bisa menunjukkan sekema kecurangan pada 2009 silam.

“Apa yang disampaikan oleh Pak SBY bahwa selama 10 tahun Demokrat memimpin tidak pernah melakukan kecurangan Pemilu, mudah sekali dipatahkan," ujar Hasto Kristiyanto, Sabtu (17/9/2022).

Menurut Hasto biar para pakar Pemilu yang kredibel yang menilai demokratis tidaknya 10 tahun ketika Partai Demokrat memimpin 2004-2014.

"Bukan hanya itu, saksi kunci berbagai kasus korupsi besar pun banyak meninggal tidak wajar di zaman Pemerintahan Pak SBY. Itu yang bisa diteliti," lanjut Hasto Kristiyanto.

Hasto mengaku bisa menunjukkan berbagai skema kecurangan pada saat Pemilu 2009 kalau memang mau di dalami lebih jauh lagi.

Hasto mengungkapkan di era SBY yang mendorong liberalisasi politik melalui sistem Pemilu Daftar Terbuka. 

“Puncak liberalisasi politik dan liberalisasi di sektor pertanian, terjadi jaman Pak SBY. Dengan berbagai manipulasi tersebut, Partai Demokrat mengalami kenaikan 300%. Paska Pak SBY tidak berkuasa, terbukti hal-hal yang sifatnya ‘bubble’ kemudian mengempes atau pecah sendiri, karena cara menggelembungkannya bersifat instant," kata Hasto Kristiyanto.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun gunung untuk membeberkan dugaan adanya upaya skenario untuk menghancurkan pihak oposisi di Pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikan SBY saat rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Demokrat 2022, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2022) lalu.

SBY awalnya membeberkan adanya tanda-tanda Pemilu 2024 akan berlangsung secara tidak jujur dan tidak adil.

"Para kader mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024, saya mendengar mengetahui bahwa ada tanda-tanda pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY dalam video yang diunggah akun Tiktok @pdemokrat.sumut berdurasi 1 menit 48 detik.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
Music
2 hari lalu

SBY Gelar Tribute to Koes Plus, Penghormatan untuk Legenda Musik Indonesia

Nasional
2 hari lalu

SBY Tegaskan Dukung Penuh Presiden Prabowo, Serukan Kolaborasi Wujudkan Ekonomi Baru

Nasional
3 hari lalu

SBY Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo: Keberhasilannya Baik bagi Rakyat

Nasional
3 hari lalu

Hasto PDIP Singgung Kisah Pilu Siswa SD di NTT: Menggugah Kemanusiaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal