Dia menduga Presiden Jokowi memiliki pertimbangan lain sebelum memutuskan persetujuan anggaran pembangunan gedung baru DPR. Misalnya, ada beberapa prioritas yang harus dikerjakan dalam hal alokasi anggaran. Bamsoet mengatakan, pemerintahan Jokowi sedang fokus pada pembangunan infrastruktur sehingga pembangunan gedung pun dimoratorium, termasuk gedung DPR. Karena itu, posisi institusinya saat ini hanya menunggu kebijaksanaan presiden.
“Kami hanya menunggu presiden memberikan kebijaksanaan, karena ini bukan untuk kepentingan kami, tapi untuk anggota DPR yang akan datang dan para penerus generasi kami,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menuturkan bahwa pembangunan gedung baru DPR cukup penting karena ada penambahan jumlah anggota legislatif, dari semula 560 orang, menjadi 579 orang pada periode 2019-2024. Menurut dia, penambahan jumlah anggota DPR secara logika jelas membutuhkan ruang lebih banyak ,sehingga saat ini yang dibutuhkan adalah kemauan politik pemerintah.