Selain itu, pihak sekolah menegaskan langkah siswa yang menyanggah keputusan juri bukan bertujuan menyerang pihak penyelenggara, melainkan untuk meminta kejelasan terkait mekanisme penilaian lomba.
“SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel,” katanya.
Undang juga memastikan pihak sekolah tidak pernah berniat menganulir hasil perlombaan. Mereka hanya ingin mendapatkan klarifikasi atas poin yang dipermasalahkan dalam pertandingan final tersebut.
“Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” ujarnya.
Meski polemik terus bergulir, SMAN 1 Pontianak tetap menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan. Mereka juga menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas yang akan menjadi wakil Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.