“Seperti kita ketahui ada lebih dari 50 stakeholders yang mengurusi bidang UMKM. Harapan kami pelaku UMKM bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman langsung dari sumbernya. Seperti dari sisi regulator (Pemerintah) maupun pelaku UMKM yang sudah sukses. Sehingga mereka bisa mendapatkan solusi langsung. Saya melihat antusias mereka sangat luar biasa datang ke acara ini,” ujarnya.
Tepat pukul 13.30 WIB, 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari wilayah Jabodetabek memadati Auditorium iHub (Gedung Sindo). Di sudut ruangan auditorium ratusan produk UMKM berjejer rapi, seperti kue kering, snack, minuman, dan lainnya. Sebelum acara dimulai, para narasumber meninjau produk UMKM tersebut.
Wulan, pelaku UMKM dari Tigaraksa, Tangerang, mengaku senang bisa mengikuti sharing session kali ini. Dia mendapat pengetahuan tentang pentingnya aspek legalitas dalam berusaha. “Sangat bermanfaat acara ini jadi dapat pengetahuan dan pengalaman dari narasumber. Terutama tentang pentingnya mengurus perizinan usaha, agar usaha kita bisa berkembang,” tuturnya.
Pentingnya Aspek Legalitas
Talkshow yang dipandu Ayaa Nufus berlangsung meriah. Ratusan pelaku UMKM terlihat antusias mengikuti jalannya acara. Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Anna Nurbani mengapresiasi kegiatan sharing session ini. Selama kegiatan ini para pelaku UMKM bisa mendapatkan insight agar usahanya bisa naik kelas.
Anna menyampaikan, kemitraan antara Usaha Besar (UB) dan UMKM memainkan peran kunci dalam pemerataan ekonomi Indonesia. Kemitraan bertujuan meningkatkan daya saing UMKM, dan menjadikannya bagian penting dari rantai pasok industri nasional. Kemitraan dapat mempercepat pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.