“Semua hal yang menjadi persoalan kita anggap sudah lewat, sudah tidak ada, dan kita anggap sudah tidak ada lagi kepada kebersamaan. Pokoknya semua kembali bersama seperti semula,” katanya.
“Dulu kita berangkat bersama-sama, kita akan terus berjalan bersama-sama sampai akhir sebagaimana kesepakatan dan mandat dari pertemuan Lirboyo pada hari kamis yang lalu,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PBNU Rumadi Ahmad menggambarkan suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kegembiraan. Dia menyebut momen tersebut sebagai peristiwa bersejarah yang membahagiakan bagi seluruh jajaran PBNU.
“Suasananya Alhamdulillah ini tadi semuanya tertawa gembira bersama, mulai ledek-ledekan, peluk-pelukan. Jadi hari ini hari yang sangat bersejarah, yang sangat menggembirakan bagi semuanya,” katanya.
“Tidak ada yang kalah, tidak ada yang menang jadi semuanya adalah Nahdlatul Ulama kembali bersatu, PBNU kembali bersatu,” tambahnya.
Rumadi menambahkan, pertemuan tersebut juga dimaknai sebagai simbol kelulusan PBNU dari berbagai ujian yang telah dilalui bersama. Dia menegaskan pertemuan di kediaman Rais Aam PBNU berlangsung sederhana dan penuh kebersamaan.
“Jadi pertemuan di kediaman Rais Aam (KH Miftachul Akhyar) tidak ada pernyataan apapun kecuali kita muludan, doa bersama, terus makan-makan. Hanya itu saja,” kata dia.